Terima kasih atas kunjungan anda di blog kami

Kamis, 15 September 2011


LKP BINA INSANI SURAKARTA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA MASYARAKAT YANG TELAH MEMBERIKAN KEPERCAYAAN KEPADA LEMBAGA KAMI SEHINGGA LKP BINA INSANI MENDAPATKAN PREDIKAT SEBAGAI LKP TERBANYAK LULUSANNYA YANG BEKERJA / MANDIRI DARI DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN KELEMBAGAAN DITJEN PAUDNI, KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

Selasa, 19 Juli 2011

Album Bupati Karanganyar " Putri Jemani "

Lagu Putri Jemani
Mau dengarkan Click bawah ini

Rabu, 09 Februari 2011

Semangka dan melon siap diekspor ke UEA

Solo (Espos) Kerja sama Solo dengan Uni Emirat Arab (UEA) dalam hal ekspor buah-buahan tinggal menunggu kesepakatan teknis dagang.

Sementara itu, disampaikan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Solo, Farid Sunarto, dipastikan buah-buahan produk petani Soloraya yang siap ekspor ke UEA adalah melon dan semangka asal Tawangmangu serta gula.

“Pengusaha masih harus mempelajari bagaimana teknis pengiriman buah-buahan tersebut, terutama kaitannya dengan usia melon dan semangka. Selain itu, diperkirakan waktu tempuh perjalanan laut Indonesia-UEA memakan waktu sekitar enam hari, sehingga perlu pertimbangan juga soal biaya,” tutur Farid, kepada Espos, Minggu (17/10).

Dari segi kualitas buah dan ketahanan untuk didistribusikan hingga UEA, menurut Farid, para investor dari UEA menilai sudah sangat baik. Produk milik seorang pengusaha agrobisnis asal Tawangmangu, Mulyono Herlambang, diakui UEA memiliki tekstur daging buah yang berkualitas untuk dikonsumsi di UEA.

Farid menyampaikan, setelah Duta Besar Indonesia untuk UEA, M Wahid Supriyadi, Walikota Solo Joko Widodo dan beberapa pengusaha Soloraya mengadakan pertemuan di Loji Gandrung, akhir pekan lalu, ketiga produk pertanian tersebut memiliki keunggulan yang diakui oleh para investor tersebut. “Sebenarnya, ada juga permintaan untuk sayuran wortel. Tetapi, hasil wortel Soloraya belum memenuhi dari segi ukuran dan kerenyahan. Ada keunggulan yang dimiliki yakni merupakan sayuran organik, tetapi yang dicari belum soal organik atau nonorganiknya.”

Realisasi ekspor melon, semangka dan gula, ditambahkan Farid, diharapkan bisa segera dilakukan. Bahkan, untuk ekspor gula sudah disepakati permintaan awal adalah 100 ton, yang dalam waktu dekat akan direalisasikan. “Jadi, masih terkait kesepakatan teknis dagang, tentu ada negoisasi dulu. Bagaimana transportasinya dan sistem pengapalannya. Dan yang penting soal biaya pengiriman.”

Sebagai pengusaha yang bergerak di bidang pertanian, Farid berharap agar pemerintah daerah (Pemda) di Soloraya, tidak hanya Solo, bisa menangkap peluang ekspor produk-produk pertanian. Sehingga, harapannya bisa mendatangkan investor yang membuka pasar terutama ke luar negeri. “Kalau beras, sudah jelas produk dalam negeri sudah tidak bisa bersaing dengan Vietnam, karena bulir padi Vietnam itu lebih besar dan panjang,” tambah Owner Farid yang juga Owner Hortifarm Agro Center ini.

Selasa, 13 Oktober 2009

FOTO: Inilah Adenium Seharga Rp 500 Juta!

Panitia memasang tanda penghargaan pada bunga Adenium Queen of 1000 Flowers sebagai pemenang Grandprix Adenium III yang dipamerkan di arena Surabaya Nasional Flora Expo 2009. Bunga Adenium ini pernah ditawar senilai Rp 500 juta dan saat ini dipameran di Green and Grow Jalan Prapen hingga Minggu (18/10).

Selasa, 13 Oktober 2009 | 23:00 WIB

KOMPAS.com — Boom bunga hias sebenarnya sudah agak lama surut. Harga sejumlah tanaman hias yang dulu mencapai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah kini sudah jarang terdengar.

Kisah sukses Gelombang Cinta, Adenium, Anturium, dan Jemani juga sudah jarang menjadi pembicaraan. Dengan uang tak sampai Rp 50.000, misalnya, kini Anda sudah bisa mendapatkan Gelombang Cinta cukup besar dengan daun-daunnya yang sudah lebar. Padahal, dulu dengan Rp 75.000 Anda baru mendapat tunas yang daunnya masih kecil.

Meski begitu, masih banyak pencinta tanaman hias yang tekun memelihara tanaman-tanaman kesayangannya yang pernah populer. Di arena Surabaya National Flora Expo 2009 yang digelar hingga hari Minggu (18/10) di Green and Grow Jalan Prapen, misalnya, ada sebuah adenium Queen yang pernah sangat populer dan harganya sangat mahal.

Adenium Queen of 1.000 Flowers itu adalah pemenang Grandprix Adenium III, dan pernah ditawar dengan harga Rp 500 juta.

Rabu, 07 Oktober 2009

Adenium Mungil nan Indah

Mini size

1. Jenis adenium yang satu ini benar benar langka. dengan ukuran tinggi hanya 25 cm dengan pot keramik membuat mata terpesona dengan kecil tapi indah dan menawan. adenium ini bisa di temui di Tongkat Kayu Nursery Palur, Karanganyar

Lihat kebun tongkat kayu nursery





Nuansa kebun Tongkat kayu Nursery